Tinjau Langsung ke Lapangan, Tim Dinkes Palembang Nilai Inovasi “KULABRAK DIA” dan “KOMPAK” Milik Nakes Puskesmas Sekip

PALEMBANG, 13 Juni 2026 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang kembali melakukan rangkaian penilaian bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan tingkat kota. Kali ini, tim penilai dari Dinkes Kota Palembang turun langsung melakukan kunjungan lapangan ke wilayah kerja Puskesmas Sekip untuk melihat implementasi nyata dari inovasi yang digagas oleh para kandidat, khususnya pada kategori Dokter Umum dan Tenaga Kesehatan Lingkungan (Kesling).
Kunjungan lapangan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi efektivitas dan dampak langsung dari inovasi pelayanan publik yang telah dipaparkan sebelumnya. Dua tenaga kesehatan kebanggaan Puskesmas Sekip yang dinilai dalam tahap ini adalah dr. Mardianita (Kategori Dokter Umum) dan Rofikoh (Kategori Tenaga Sanitasi Lingkungan/Kesling).
Fokus pada Lansia melalui Inovasi “KULABRAK DIA”
Pada kategori Dokter Umum, tim penilai meninjau langsung pelaksanaan program inovasi KULABRAK DIA, yang diinisiasi oleh dr. Mardianita. Inovasi ini merupakan akronim dari “Kunjungan Rumah Lansia Risiko Tinggi, Tingkatkan Kemandirian”.
Program ini lahir dari kepedulian terhadap kelompok lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik atau risiko kesehatan tinggi sehingga sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Melalui “KULABRAK DIA”, dr. Mardianita beserta tim secara proaktif mendatangi rumah-rumah lansia untuk melakukan pemeriksaan medis berkelanjutan, memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif, serta melatih kemandirian lansia dan keluarganya dalam merawat diri di rumah. Pendekatan jemput bola ini dinilai sangat efektif dalam memantau kondisi kesehatan lansia secara real-time dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit.
Sinergi Hijau lewat Program “KOMPAK” bersama SDN 160
Sementara itu, untuk kategori Tenaga Kesehatan Lingkungan, tim penilai mengevaluasi kiprah Rofikoh dengan terobosannya yang bertajuk KOMPAK. Inovasi yang merupakan kepanjangan dari “Kolaborasi Mengolah Organik Menjadi Pupuk dan Kompos” ini menitikberatkan pada penyelesaian masalah sampah organik di lingkungan.
Hal yang menarik dari program “KOMPAK” adalah adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat, di mana Puskesmas Sekip menggandeng institusi pendidikan, yakni SDN 160 Palembang. Lewat program ini, Rofikoh mengedukasi para siswa dan guru mengenai cara memilah sampah organik dan mengolahnya menjadi pupuk kompos yang bernilai guna. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan lingkungan sekitar dari tumpukan sampah, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Dukungan Penuh Pimpinan Puskesmas
Pelaksanaan kunjungan lapangan ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari jajaran manajemen Puskesmas Sekip. Kepala Puskesmas Sekip, dr. RA Emiria Umi Kalsum, M.Kes., menyatakan bahwa inovasi yang dilahirkan oleh stafnya merupakan bentuk nyata dari komitmen puskesmas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
Diharapkan melalui penilaian ini, baik program “KULABRAK DIA” maupun “KOMPAK” dapat terus berkelanjutan, menjadi inspirasi bagi puskesmas lain, dan tentunya membawa dr. Mardianita serta Rofikoh melaju sebagai perwakilan tenaga kesehatan teladan terbaik dari Kota Palembang.

Recent Comments